Manusia  purba (prehistoric people) adalah jenis manusia yang hidup jauh sebelum tulisan ditemukan. Manusia purba diyakini hidup kurang lebih 4 juta tahun yang lalu. Kehidupan manusia masih sangat sederhana, hidup secara berkelompok dan mengandalkan makanan yang langsung disediakan oleh alam. Peralatan yang mereka gunakan juga masih sangat sederhana. Biasanya peralatan terbuat dari batu, kayu, tulang, yang masih asli belum mendapatkan sentuhan ( belum diasah).

Gambar    manusia purba 

Keberadaan manusia purba dapat diketahui dari fosil-fosil yang ditemukan. Para ahli kemudian kerekonstruksi bentuk dan cara hidup pada masa itu melalui penggalian. Sumber-sumber informasi tentang manusia purba dapat diketahui dari :

  1. Hasil penggalian fosil
  2. tempat perlindungan di bawah karang (goa), banyak ditemukan di Pulau Seram, dan Sulawesi Selatan.
  3. Kjokenmodinger, banyak ditemukan di Medan( Smumatera Utara) dan Langsa (Aceh)
  4. Alat-alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup (artefak) seperti beliung persegi, kapak persegi, mata panah, dan lain-lain.

Ahli sejarah yang melakukan penelitian tentang fosil manusia purba di Indonesia antara lain :

Eugene Dubois (Belanda)

Berhasil menemukan fosil berupa tengkorak manusia purba di desa Trinil Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1980.

Prof. Dr. Teuku Jacob

Mengadakan penelitian disepanjang aliran sungai Bengawan Solo.

Duifjes

Berhasil menemukan fosil manusia purba di daera Perning Mojokerto, dan sangiran Jawa tengah

Von Koenigswald

Mengadakan penelitian tentang fosil di daerah Sangiran Jawa Tengah.

Dari Sumber-sumber dapat diketahui jenis-jenis manusia Purba di Indonesia sebagai berikut :

  1. Meganthropus Palaeojavanicus

Ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran Sragen Jawa Tengah antara tahun 1936-1941.

Meganthropus Palaeojavanicus di artikan manusia raksasa dari Jawa kuno, berumur 1-2 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri :

  1. tulang pipi tebal
  2. tonjolan kening yang mencolok
  3. tidak memiliki dagu
  4. memiliki tubuh yang tegap
  5. otot kunyah lengkap
  6. memakan jenis tumbuh-tumbuhan
  7. gigi dan rahang besar dan kuat
  1. Pithecanthropus Erectus

Kadang disebut juga homo erectus atau manusia kera berjalan tegak. Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil. Ngawi Jawa Timur pada tahun 1891. Diperkirakan hidup antara satu juta ssampai setengah juta tahun yang lalu.

Ciri-cirinya adalah :

  1. berbadan dan berjalan tegak
  2. tinggi tubuh 165-170 cm
  3. belum memiliki dagu
  4. rahang menonjol ke depan
  5. tonjolan kening di dahi
  6. volume otak 750 – 1000 cc
  1. Pithecantropus Mojokertensis ( Pithecantropus Robustus)

Pithecantropus Mojokertensis berarti manusia kera dari Mojokerto. Ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Perning Mojokerto Jawa Timur. Jenis ini diperkirakan usianya 30.000 s/d 2 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri  Pithecantropus Mojokertensis :

  1. berbadan tegak
  2. tidak memiliki dagu
  3. tinggi badan 165 -180 cm
  4. volume otak 750 – 1000 cc
  5. kening menonjol
  6. tulang rahang dan geraham cukup kuat
  7. tulang tengkorak cukup kuat dan bentuknya lonjong
  1. Pithecantropus Soloensis

Pithecantropus Soloensis artinya manusia dari Solo. Ditemukan oleh Von Koenigswald dan Oppernorth  di daerah Ngandong, dan Sangiran  tepi Bengawan Solo Jawa Tengah sekitar tahun 1931 -1934. Diperkirakan hidup antara 900.000 hingga 300.000 tahun yang lalu. Jenis ini sudah mengalami perkembangan pada otak, sehingga sudah mengalami perubahan dalam cara hidup.

  1. Homo Soloensis

Ditemukan di daerah Ngandong tepi Bengawan Solo Jawa Tengah oleh Van Koenigswald dan Weidenrich sekitar tahun 1931 -1934. Fosil ini berupa tengkorak , tulang rahang, dan gigi. Manusia jenis ini lebih tinggi tingkatannya bila dibandingkan dengan manusia jenis Pithecantropus Erectus.

Ciri-ciri Homo Soloensis :

  1. berbadan tegap dengan tinggi 180 cm
  2. volume otak 1000 – 1300 cc
  3. Tengkorak Homo Soloensis lebih besar dari Pithecantropus Erectus.
  1. Homo Wajakensis

Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois dan Van Rieschoten di daerah Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889. Homo Wajakensis memiliki tingkat kesempurnaan yang lebih dibanding fosil- fosil manusia purba yang lain.

Ciri-Ciri Homo Wajakensis adalah :

  1. berbadan tegap dan berjalan tegak
  2. memiliki tinggi 130 -210 cm
  3. volume otak sudah berkembang antara 1350 -1450
  4. memiliki bentuk tulang tengkorak lebih bulat
  5. bentuk muka yang tidak terlalu menonjol kedepan
  1. Homo Sapiens

Homo Sapiens berarti manusia cerdas, seperti manusia sekarang. Homo Sapiens memiliki bentuk tubuh lebih sempurna (seperti manusia sekarang), dibandingkan dengan jenis manusia purba yang lain. Para peneliti menganggap manusia jenis Homo Sapiens ini merupakan nenek moyang bangsa-bangsa di dunia.

Berikut ini adalah ras-ras turunan Homo Sapiens :

  1. Ras Kaukasoid tersebar  di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Selatan
  2. Ras Mongoloid tersebar di wilayah Asia
  3. Ras Negroid tersebar  di benua Afrika
  4. Ras-ras khusus  seperti Bushmen di Afrika Selatan, Weddoid, Austrloid, dan Ainu
About these ads