KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
Islam lahir di Jazirah Arab. Islam berkembang sampai ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat, sekitar abad ke-7 dan 8
Proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia :
1. melalui perdagangan
2. melalui perkawinan
3. melalui pendidikan
4. melalui dakwah/syiar agama
5. melalui ajaran tasawuf
6. melalui kesenian
Faktor pendorong Islam cepat berkembang di Indonesia :
1. Syarat masuk Islam mudah
2. Islam bersifat terbuka
3. Tidak mengenal sistem kasta
4. Disebarkan secara damai
5. upacara sedehana dan biaya murah
6. Runtuhnya kerajaan majapahit

Peranan Wali Sanga :
1. Sebagai penyebar agama Islam
2. Pendukung berdirinya kerajaan Islam
3. Penasehat Raja
4. pendukung berkembangnya kebudayaan daerah yang
disesuaikan dengan Islam.

Media Dakwah Wali Sanga :
1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Berkedudukan di Gresik Jatim. Media : pondok pesantren
2. Sunan Ampel ( Raden Rahmad)
berkedudukan : Ampel Denta Surabaya. Media : pondok pesantren
3. Sunan Bonang ( R. Makdum Ibrahim)
di Tuban jawa Timur. Media : Bonang, Gending Ciptaan : gendhing Dharma
4. Sunan Giri ( R. Paku)
di Giri dekat Gresik Jatim
Media : dolanan anak-anak, gendhing pucung dan asmaradhana
5. Sunan Drajat ( Syarifudin )
di Drajat, Lamongan, Jatim
Media : Gamelan Jawa, gendhing pangkur
6. Sunan kalijaga ( Jaka Said)
di Kadilangu, Demak, Jateng
Media : dending dhandhanggula, lukisan batik, wayang, bedhug dan kentongan, baju taqwa
7. Sunan Kudus ( Jafar Shodiq )
Di Kudus, Jateng
Media : dendhing maskumambang dan mijil
8. Sunan Muria ( Raden Umar Said)
Di lereng Gunung Muria Jateng
Media : gamelan Jawa, gendhing sinom dan kinanti
9. Sunan Gunung Jati (Syarif H )
Di Gunungjati, Cirebon, Jabar
Media : Pondok pesantren

Sumber sejarah masuknya Islam :
1. Abad VII M
Kronik dinasti Tang : dipantai Sumatera Utara ada pemukiman pedagang Arab Islam
2. Abad XI M
Makam Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik Jawa Timur
3. Abad XIII M
– Makam Sultan Malik As Shaleh
– Catatan Marcopolo
3. Abad XIV M
– Makam Muslim di Troloyo dan Trowulan
4. Abad XV
Catatan Ma-Huan
5. Abad XVI
Suma Oriental dari Tome Pires (orang Portugis)

A. KERAJAAN SAMUDERA PASAI

Kerajaan Islam kedua di Indonesia, setelah kerajaan Peurlak.
Letak : Aceh Utara (Kab. Loukseumawe)

Raja-raja yang memerintah :
1. Meurah Silau (S. Malik Al-Shaleh)
2. S. Malik Al-Thahir
3. S. Muhammad (S. Malik Al-Thahir)

Penyebab runtuh :
1. berdirinya kerajaan Malaka
2. dikuasai Portugis

KERAJAAN ACEH
Letak : Aceh

Raja-raja yang memerintah :
1. Sultan Ali Mughayatsyah
2. Sultan Iskandar Muda (zaman
keemasan)
3. Sultan Iskandar Thani

Faktor pendukung perkembangan Aceh
1. Letak strategis
2. Malaka jatuh ketangan Portugis
3. Memiliki komoditas ekspor

Penyebab runtuhnya Aceh :
1. Kekalahan Aceh melawan VOC
2. Persaingan antara bangsawan dan ulama
3. Persaingan antara penganut faham Syamsudin as Samatrani dengan Nurudin ar-Raniri
4. Bawahan banyak yang melepaskan diri

KERAJAAN DEMAK
Letak : Demak, Jawa Tengah
Faktor pendukung kebesaran Demak
1. Runtuhnya majapahit
2. Bawahan Majapahit banyak yang bergabung ke Demak
3. Menguasai jalur perdagangan di perairan Jawa
4. Jatuhnya malaka ke tangan Portugis
5. Didukung para Wali
Raja-raja yang memerintah :
1. Raden Patah
2. Pati Unus
3. Sultan Trenggana ( Zaman keemasan)

Runtuhnya kerajaan :
Perebutan kekuasaan antara Arya Penangsang dengan Sunan Prawata

KERAJAAN PAJANG
Letak : Pajang, Jawa Tengah
Raja-raja yang memerintah :
1. Sultan Hadiwijaya
2. Pangeran Benawa

Penyebab runtuh :
– Pemberontakan dari Arya Pangiri

KERAJAAN MATARAM ISLAM
Letak : Kota Gede, Yogyakarta
Raja-raja yang memerintah :
1. Panembahan Senopati
2. Sultan Anyakrawati
3. Sultan Agung Hanyakrakusuma
– zaman keemasan
– kebijakan Sultan Agung :

Kebijakan Sultan Agung :
a Menyatukan seluruh P.Jawa kecuali : Banten, Cirebon, Mataram
b. Mengusir VOC 2x, namun gagal
c. membuat kalender Jawa
d. memadukan unsur Islam dengan budaya Jawa
e. meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pertanian
f. menulis kitab Sastra Gendhing
g. wilayah kerajaan dibagi menjadi Kutagara, Negara Agung, Mancanegara, daerah Pesisiran

4. Amangkurat I
Pengaruh Belanda mulai masuk dan
berkembang di Kerajaan Mataram.
Th. 1755 Perjanjian Gianti
Th, 1757 Perjanjian Salatiga

KERAJAAN CIREBON
Letak : Cirebon Jawa Barat
Pendiri kerajaan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati). Dia juga merupakan pendiri kerajaan Banten. Beliau juga sebagai salah satu anggota Walisanga, maka kedudukannya sangat dihormati.

Raja-raja selanjutnya adalah Panembahan Ratu, Pangeran Girilaya. Kemudian Cirebon runtuh

Penyebab runtuh :
Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman

KERAJAAN BANTEN
Letak : Banten, Jawa Barat

Raja-raja yang memerintah :
1. Sultan Hasanudin
Banten melepaskan diri dari Demak
2. Panembahan Yusuf
Berhasil meluaskan wilayah ke Pajajaran
3. Maulana Muhammad (Kanjeng Ratu Banten)
4. Abu Mufakir
Belanda mendarat di Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman
5. Abu Ma’ali
6. Sultan Ageng Tirtayasa
Zaman keemasan Banten diraih

Penyebab runtuh :
Konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji (putranya) akibat politik adu domba Belanda.

KERAJAAN MAKASAR (GOWA-TALLO)
Letak : Sulawesi selatan.

Pusat perdagangan (Ibu Kota) : Sombaopu
Raja-Raja yang memerintah
1. Sultan Allaudin
2. Sultan Muhammad Said
3. Sultan Hasanudin (Ayam Jantan dari Timur)
Zaman Keemasan diraih. VOC berkali-kali menyerang Makasar selalu gagal. Makasar mulai terdesak setelah VOC bekerjasama dengan Aru Palaka (raja Bone). Akhirnya Hasanudin harus menandatangani Perjanjian Bongaya.

4. Mapasomba
Beliau juga menentang VOC, akan tetapi perjuangannya tidak berhasil karena VOC sudah memiliki benteng pertahanan yang kuat di Makasar. Akibatnya Makasar dapat dikalahkan.

KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
Letak : Maluku

Kedua kerajaan ini selalu bersaing terutama dalam bidang perdagangan. Masing-masing kerajaan kemudian membuat persekutuan dagang, Ternate ( Uli Lima)
dengan anggota Obi, Bacan, Seram, Ambon sedang Tidore ( Uli Siwa) dengan anggota Jailolo, Makean, Halmahera dan pulau-pulau kecil sampai Papua

Raja Ternate :
1. Zainal Abidin
2. Sultan Tabariji
3. Sultan Hairun
Portugis berusaha memonopoli rempah-rempah. Sikap tersebut ditentang tegas oleh masyarakat Ternate. Portugis menggunakan siasat mengundang sultan Hairun ke benteng untuk berdamai, namun dengan liciknya Sultan Hairun dibunuh.
4. Sultan Baabullah ( zaman keemasan)
Berhasil menyatukan seluruh rakyat Maluku dan berhasil mengusir Portugis dari maluku pada tahun 1575.

Zaman keemasan Tidore : Sultan Nuku

Peninggalan Kerajaan Islam
1. MASJID
Masjid bermakna tempat sujud,yakni tempat orang
melakukan salat menurut peraturan Islam .

Ciri-ciri masjid di Indonesia :
a. Masjid mempunyai denah bujur sangkar.
b. Pada sisi barat terdapat bangunan yang menonjol untuk mihrab .
c. Di kedua sisi masjid kadangkala ada serambi di atas pondasi yang agak tinggi.
d. Atap masjid kebanyakan beratap tumpang .
b. Halaman masjid dikelilingi pagar tembok dengan satu atau dua pintu gerbang .
c. Di dalam masjid terdapat sokoguru .
d. Di kiri atau kanan masjid terdapat menara sebagai tempat menyerukan panggilan shalat .
e. Letak masjid tepat di tengah – tengah kota atau dekat dengan istana .

2.KERATON
Keraton adalah tempat untuk melakukan kegiatan penting yang menyangkut urusan kerajaan, yang digunakan sebagai lambang kekuasaan pemerintahan. Keraton juga sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarganya.
Contoh keraton adalah: Keraton Kasepuluhan dan Kanoman (Cirebon), Keraton Banten (Srosowan), Keraton Demak, Keraton Yogyakarta, Kerato Surakarta, Keraton Samudera Pasai, dan Keraton Kasultanan Aceh.

3.BATU NISAN
Nisan adalah tonggak pendek dari batu yang ditanam diataas gundukan tanah sebagai tanda kubur yang biasanya dipasang diujung utara dan selatan jirat. Di batu nisan juga terdapat tulisan kaligrafinya

4.Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni melukis indah. Seni kaligrafi berkembang mulai abad ke-16 ( ada juga yang
menyebutkan abad 14 awal ). Kaligrafi itu adalah berupa tulisan indah dalam bahasa arab

• 5. SENI SASTRA
. a. Hikayah, sebuah karya sastra berupa dongeng
sebagai pelipur lara atau penyemangat. Salah
satunya adalah Hikayah Amir Hamzah,

b. Babad, adalah cerita sejarah berupa uraian yang disertai bukti dan fakta. Misalnya Babad Giyanti.

c. Syair, merupakan puisi lama, terdiri empat baris per bait, dan bersajak sama. Syair antara lain adalah Syair Abdul Muluk.

d. Suluk, ialah kitab yang menjelaskan tentang ilmu “tasawuf”. Suluk merupakan karya sastra islam tertua di Nusantara. Suluk Wujil adalah salah satu suluk yang terkenal.

6. SENI TARI
DIi beberapa daerah ada beberapa tarian yang bernafaskan Islam. Seperti permainan Debus di Minangkabau, Aceh

7. SENI GAMELAN
Pada upacara peringatan hari besar Islam seperti Maulud Nabi Muhammad, SAW dibunyikan gamelan sekaten.

About these ads