Lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari interaksi antara makhluk dengan lingkungannya. Fenomena lingkungan alam bisa berubah karena campur tangan manusia. Manusia mejadi salah satu faktor yang dominan dan paling banyak menimbulkan kerusakan lingkungan.
A. Unsur-Unsur Lingkungan
1. Unsur Biotik
Terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai

2. Unsur Abiotik

unsur-unsur alam berupa benda mati yang dapat   mendukung kehidupan makhluk hidup. Termasuk  unsur abiotik      adalah tanah, air, cuaca, angin, sinar  matahari, dan berbagai bentuk bentang lahan.
3. Unsur Sosial Budaya
penggabungan antara cipta, rasa, dan karsa  manusia yang disesuaikan atau dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam setempat .Manusia adalah sebagai bagian dari unsur-unsur ekosistem yang tidak mungkin dapat dipisahkan.
Oleh karena itu, seperti halnya dengan organisme lainnya, kelangsungan hidup manusia tergantung pula pada kelestarian ekosistemnya. Pengaruh manusia terhadap lingkungan ada tiga, yaitu perusakan lingkungan, pelestarian lingkungan, dan perbaikan lingkungan. Termasuk unsur sosial budaya adalah adat istiadat serta berbagai hasil penemuan manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi

B. Arti Lingkungan sangat penting bagi kehidupan umat manusia.
Banyak manfaat yang dapat dipetik, antara lain sebagai sumber daya alam untuk mendukung kehidupan manusia, contohnya keberadaan tumbuhan dan hewan.
Khusus bagi manusia, adaptasi yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil interaksi yang disebut dengan budaya. Contohnya, pembuatan rumah, mode pakaian, dll.
Bagi manusia, selain sebagai tempat tinggalnya, lingkungan hidup juga dapat dimanfaatkan sebagai:
1. media penghasil bahan kebutuhan pokok (sandang,pangan, dan papan;
2. wahana bersosialisasi dan berinteraksi denganmakhluk hidup atau manusia lainnya;
3. sumber energi;
4. sumber bahan mineral yang dapat dimanfaatkanuntuk mendukung kelangsungan hidup manusia
5. media ekosistem dan pelestarian flora dan fauna serta sumber alam lain yang dapat dilindungi untuk dilestarikan.

c. Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan
1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam
a. Letusan Gunung Api
Kerusakan akibat letusan gunung api tersebut antara lain:

1) Letusan gunung api melemparkan berbagai material padat yang terdapat di dalamnya seperti batuan, kerikil, dan    pasir yang dapat menimpa perumahan, daerah pertanian, hutan, dan sebagainya.
2) Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan terganggu pernafasan juga pemandangan yang gelap. Di samping itu, timbunan abu yang tebal dapat menutupi areal pertanian dan perkebunan yang bisa mengurangi produksi.
3) Lava panas yang meleleh akan merusak bahkan mematikan apa saja yang dilaluinya. Setelah dingin, lava tersebut akan membeku menjadi batuan yang keras yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
4) Awan panas yang berhembus dengan kecepatan tinggi dan tidak terlihat mata, dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinya.
5) Aliran lahar dapat menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga ketika hujan turun menimbulkan banjir.
6) Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk di sekitar gunung api.

b. Gempa Bumi
Beberapa peristiwa sebagai akibat gempa bumi diantaranya adalah :
1) Tanah di permukaan menjadi merekah, sehingga
dapat menyebabkan jalan raya terputus.
2) Akibat goncangan yang hebat maka dapat terjadi
tanah longsor yang menimbun segala sesuatu di
bawahnya.
3) Gempa juga dapat mengakibatkan berbagai
bangunan roboh.
4) Akibat pengiring gempa dapat terjadi kebakaran
karena sambungan pendek aliran listrik
5) Dapat terjadi banjir sebagai akibat dari rusaknya
tanggul bendungan sehingga tanggul tersebut bobol
dan terjadi banjir.
6) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat
menyebabkan tsunami, yaitu gelombang pasang di
laut dan melanda daerah pantai.

c. Banjir
d. Tanah Longsor
e. Badai/Angin Topan
f. Kemarau Panjang

2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia
a. Pencemaran Lingkungan
b . Degradasi Lahan