Latest Entries »

Kabinet Silih Berganti
Sejak kembali ke bentuk NKRI, undang-undang yang berlaku adalah UUDS 1950. Undang-undang tersebut menganut sistem Demokrasi Liberal, dimana kabinet yang berkuasa tidak bertanggungjawab kepada presiden, akan tetapi bertanggungjawab kepada parlemen.
Susunan anggota dan program kabinet berdasarkan pada suara mayoritas dalam parlemen. Masa jabatan kabinet tidak ditentukan, bahkan dapat dijatuhkan setiap waktu oleh par-lemen. Adapun kabinet-kabinet yang pernah berkuasa pada masa itu adalah :
1. Kabinet Natsir
Kabinet ini memerintah antara tanggal 6 September 1950 sampai 20 Maret 1951 dan merupakan kabinet koalisi yang cukup kuat dengan inti Masyumi. PNI yang merupakan partai terbesar kedua tidak masuk dalam ka-binet ini karena merasa tidak diberi kedudukan yang sesuai.
Kabinet Natsir jatuh akibat mosi (pernyataan) tidak per-caya yang diajukan PNI sebagai partai oposisi. Mosi tidak percaya tersebut terkait dengan kegagalan diplomasi kabinet Natsir dalam menyelesaikan masalah Irian Barat.
Satu prestasi yang patut dicatat dari masa pemerintahan kabinet Natsir adalah diterimanya Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 (27 September 1950)
2. Kabinet Sukiman
Kabinet yang dibentuk tanggal 27 April 1951 ini meru-pakan kabinet koalisi partai besar pada saat itu, yakni PNI dan Masyumi. Karena kabinet dipimpin secara ber-sama oleh dua orang, maka kabinet ini sering disebut pula sebagai kabinet Sukiman – Suwiryo.
Kabinet ini tidak berusia lama karena disamping menda-pat tantangan dari partai koalisinya sendiri, kabinet ini juga telah menandatangani persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari AS kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA).
Persetujuan tersebut menimbulkan penafsiran bahwa Indonesia telah memasuki blok barat (AS) yang berarti bertentangan dengan politik luar negeri bebas-aktif. Akhirnya sejak 23 Februari 1952 kabinet ini demisioner.
3. Kabinet Wilopo
Kabinet yang dilantik pada tanggal 3 April 1952 ini me-rupakan zaken kabinet (kabinet yang dibentuk berdasar-kan keahlian sesuai bidangnya masing-masing).
Pada masa kabinet ini berkuasa, banyak tantangan yang dihadapinya, terutama berupa munculnya gerakan-gerakan sparatisme, peristiwa Tanjung Morawa di Sumatera (yang ternyata ditunggangi PKI), kemudian peristiwa 17 Oktober 1952. Kedua peristiwa yang terak-hir tersebut membuat jatuhnya Kabinet Wilopo pada bulan Juni 1953. Meskipun pada masa kabinet ini berkuasa banyak menghadapi masalah dan kesulitan, termasuk muncul- nya gangguan keamanan, seperti gerakan DI/TII, namun kabinet Ali I berhasil mengukir prestasi yaitu menye-lenggarakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.
Meskipun Kabinet Ali I dapat dikatakan cabinet yang paling lama bertahan, namun akhirnya Ali Sastroami-joyo mengembalikan mandatnya pada tanggal 24 Juli 1955. Faktor penyebab utamanya adalah munculnya mosi tidak percaya terkait peristiwa pergantian pimpinan TNI-AD.
4. Kabinet Burhanuddin Harahap
Kabinet yang dipimpin oleh Burhanuddin Harahap ini merupakan kabinet koalisi dengan Masyumi sebagai intinya. Kabinet yang menggantiakan kabinet Ali I sejak tanggal 12 Agustus 1955 ini memiliki program utama mengembalikan kewibawaan (gezag) pemerintah, khu-susnya masalah kepercayaan AD dan masyarakat kepada Pemerintah.
Prestasi yang menonjol dari kabinet ini adalah keberha-silannya dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum I tahun 1955 yang terkenal demokratis. Akhirnya kabinet ini mengembalikan mandatnya setelah DPR hasil pemilu terbentuk pada bulan Maret 1957
5. Kabinet Ali Sastroamijoyo II
Kabinet ini merupakan kabinet pertama yang terbentuk setelah pemilu I dan merupakan koalisi tiga partai besar (PNI-Masyumi-NU) Namun demikian cabinet inipun tidak jauh berbeda dari cabinet-kabinet sebelumnya, umurnya tidak lebih dari satu tahun. Banyaknya pergolakan di daerah dan mundur nya sejumlah menteri membuat kabinet ini jatuh
6. Kabinet Djuanda
Kabinet yang secara resmi dibentuk pada tanggal 9 April 1957 ini mempunyai program yang disebut “Panca Karya”, sehingga kabinet ini dikenal juga dengan sebutan Kabinet Karya. Para menterinya terdiri atas para pakar di bidangnya sehingga dapat dikatakan sebagai zaken kabinet.Kabinet ini menjadi demisioner setelah presiden Soekarno mengeluarkan dekrit 5 Juli 1959

1. Militer dan Golongan Karya di Zaman Orde baru Pada dasarnya peran Negara pada masa Orde baru ditentukan oleh kekuatan militer, Golkar, dan bantuan Luar Negeri. Struktur kinerja Negara sangat kuat karena didukung oleh pemusatan dan penguatan tiga sector utama yaitu militer, ekonomi, dan budaya. a. Militer di Zaman Orde baru Pembuatan militer di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa pendudukan Jepang di Indonesia. Jepang membentuk PETA yang awal tujuannya guna membantu Jepang menghadapi perang Asia Timur Raya. Kemudian bias kita lihat kiprah militer dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Seperti misalnya Jendral Soedirman ketika bergerilya melawan Belanda, kondisi Beliau yang sakit parah tidak dirasakan, dihiraukan, namun terus berjuang dengan semangat yang tinggi. Menurut Salim Said (pakar militer) menguatnya peran militer dipicu oleh melemahnya kekuatan-kekuatan politik dan pemerintahan semenjak adanya perubahan system pemerintahan Indonesia pada bulan November 1945. Pada masa Orde Lama, kekuatan ABRI terpecah-pecah akibat politik devide et impera sehingga dapat diletakan kekuatan kaumpolitisi di atas golongan militer. Kemudian dilingkungan antarangkatan terlihat adanya perpecahan dan persaingan. Maka pada masa Orde Baru hal tersebut berusaha untuk dihilangkan melalui tiga macam pendekatan, yaitu 1) Pendekatan Mental Penekanan diletakkan pada bidang pendidikan. Pendidikan yang terintegrasi dimulai tingkat pendidikan perwira dan tingkat lebih lanjut. Untuk melaksanakan hal itu dibentuklah wadah pendidikan baru yaitu AKABRI 2) Pendekatan Doktrin Dahulu doktrin ABRI antarangkatan berbeda-beda, misalnya Angkatan Udara “Swabhuwana Paksa” (Sayap Tanah Air), Angkatan Darat “ Tri Ubaya Cakti” (Tiga Tekad Sakti), Angkatan Laut “ Eka Sasana Jaya” (satu doktrin yang menang), dan untuk Polri “ Tata Tentrem kerta Raharjo. Kemudian doktrin ABRI disempurnakan menjadi satu doktrin yaitu doktrin Hankamnas dan doktrin perjuangan ABRI “Catur Darma Eka Karma” ( empat pengapdian dengan satu perjuangan suci) Sedangkan menguatnya militer dalam bidang pemerintahan dan sosial kemasyarakatan ada dua Faktor : 1) Konsepsi Jalan Tengah yang dikeluarkan A.H. Nasution bulan November 1958 Konsepsi ini menjadi awal dari wacana dwifungsi ABRI 2) Momentum pemberontakan G 30/S PKI yang dilakukan oleh militer bersama rakyat. Keberhasilan Soeharto dalam pemimpin penumpasan G 30 S/PKI, menjadi bukti bahwa militer memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk mewujudkan kondisi keamanan Negara dan masyarakat. Sejak saat itu militer dimata rakyat semakin tinggi. b. Golongan Karya (Golkar) di Era Orba Pada awalnya Golkar bersama Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) organisasi yang berdiri sebagai front anti komunis. Pada awal pendiriannya Organisasi ini memiliki hubungan erat dengan elemen pemuda, wanita, serta militer. Mereka bersama-sama menggalang kekuatan guna melawan kekuatan komunis di negeri ini. Golkar tidak mau disebut sebagai partai politik karena : 1) Golkar ingin membawa semangat anti-ideologi partai 2) Golkar melihat bahwa dengan berdasar pada semangat anti-ideologi partai, Golkar tidak akan bersifat mengarah ke gerakan-gerakan yang bersifat radikal, melainkan sebagai organisasi masyarakat. Keterkaitan antara Golkar dengan Presiden Soeharto dilatarbelakangi oleh kedekatan keduanya pada masa penentangan kekuatan komunis di periode awal tahun 1960-an. Kemudian setelah Pemilu tahun 1971 golkar menang mutlak atas kekuatan politik lainnya. Menguatnya posisi Golkar pada masa pemerintahan Orba menunjukkan kuatnya peran pemerintah dalam menentukan kehidupan masyarakat. 2. Eksistensi Dana bantuan dan Hibah Luar Negeri Indonesia di Era pemerintahan Soeharto membuka masuknya bantuan dana dari Luar Negeri. Sehingga pada awal pemerintahannya Indonesia sudah dihadapkan pada hutang luar negeri sebesar USS 2,3 milliar. Untuk mengatasinya Soeharto mengadakan dialog dengan Negara-negara Barat dan Jepang untuk menurunkan dana bantuan Luar Negeri. Kemudian dibentulah IGGI yang bertugas mengkoordinasi program dana bantuan bagi Indonesia dengan pimpinan Negara Belanda. Sementara di Indonesia dibentuk Bappenas yang dipimpin oleh Widjojo Nitisastro, badan ini bertugas mengalokasikan dana bantuan luar negeri kepada program-program pembangunan nasional. Strategi Soeharto dalam mengalokasikan dana bantuan luar negeri guna mensejahterakan rakyat di satu sisi membuat rakyat semakin maju dan sejahtera namun disisi lain dana bantuan luar negeri semakin banyak dan lambat laun jatuh tempo. Tahun 1990 hutang luar negeri dan bunyanya mencapai USS 54 millyar. Berbagai maslah melanda Orde Baru semakin banyak lagi setelah krisis moneter melanda wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Kenangan kejayaan mala lalu sebagai salah satu faktor pendorong semangat masyarakat Indonesia untuk terus maju. Sekitar abad VIII M kebesaran nama Sriwijaya sudah dikenal juga sampai ke daerah luar, karena wilayah yang luas serta armada lautnya yang kuat Sriwijaya dikenal sebagai negara nasional I. Kerajaan ini juga berkembang pesat menjadi pusat agama Buddha, pusat perdagangan. Seiring dengan berkembangnya kerajaan Sriwijaya di Jawa Timur muncul juga kerajaan yang besar, berhasil menyatukan seluruh Nusantara bahkan wilayahnya lebih luas dari wilayah Indonesia sekarang ini, kerajaan itu adalah Majapahit.
Kebesaran nama kedua kerajaan tersebut bisa diraih tak lepas dari adanya persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa dapat membuat nama Sriwijaya dan Majapahit harum bahkan dikenang sepanjang masa. Kalau kita tengok sebentar penyebab kenapa Majapahit yang begitu besar runtuh, diawali adalah adanya perpecahan dari dalam tubuh kerajaan yaitu terjadinya perang paregreg. Kemudian berlanjut dengan bawahan-bawahan yang mulai memisahkan diri, yang akhirnya membuat kerajaan tersebut hancur berkeping-keping.
Bagaimana dengan kondisi bangsa kita di era sekarang ini? Saat ini bangsa Indonesia, masih mengalami krisis multidimensional yang menggoyang kehidupan kita sebagai bangsa sejak gerakan Reformasi bergulir tahun 1997, yang mengakibatkan runtuhnya pemerintah Orde Baru. Masalah utama dari krisis besar itu adalah ancaman disintegrasi bangsa, yang hingga saat ini, setelah pergantian pemerintahan dan pergantian presiden, ancaman disintegrasi bangsa masih belum mereda, seperti pergolakan di Aceh belum sepenuhnya berakhir, Papua Barat, ancaman RMS dan masih banyak yang lain, setelah tahun 1999 kita kehilangan propinsi Timur-Timor.
Mengingat disintegrasi bangsa atau disintegrasi nasional ini berkaitan langsung dengan
eksistensi kita, maka kita perlu memperkenalkan produk-produk sejarah Indonesia kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Sehingga jangan sampai peristiwa buruk seperti disintegrasi yang terjadi pada waktu kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang membawa kehancuran kerajaan tersebut terjadi pada Indonesia sekarang ini.

Belajar dari Sejarah

Banyak pengalaman yang dapat kita ambil dari belajar sejarah. Memang ada orang yang tidak menyukai pelajaran sejarah, yaitu mereka yang tidak belum mengerti apa manfaat belajar sejarah. Melihat kondisi negara kita seperti sekarang ini, seharusnya sebagai generasi bangsa mau melihat pengalaman-pengalaman sejarah yang berkaitan dengan negeri ini. Jangan sampai peristiwa sejarah dulu terulang lagi. Seperti kalau kita liat TV setiap harinya pasti membahas masalah korupsi. Semakin hari semakin terkuak kasus korupsi di negara ini. jika kita tengok beberapa peristiwa yang terjadi dan berakhir dengan keruntuhan penyebabnya adalah korupsi…..seperti VOC runtuh juga karena korupsi….makanya jangan korupsi lagi donk….jangan sampai Indonesia juga runtuh karena korupsi…..

Keterangan :

  1. Gunung, yaitu bagian permukaan bumi yang menjulang dan merupakan tempat keluarnya magma ke permukaan bumi. Contoh Gunung Merapi di Jawa Tengah.
  2. Pegunungan yaitu rangkaian dari beberapa gunung yang memanjang dan mempunyai ketinggian yang berbeda-beda. Contoh : Pegunungan Seribu yang ada di Pulau Jawa
  3. Lembah yaitu sebuah cekungan yang memanjang dan biasanya terletak diantara dua bukit atau tanah yang tinggi.
  4. Bukit yaitu bagian permukaan bumi yang menonjol dengan ketinggian antara 200 meter-500 meter.
  5. Perbukitan yaitu rangkaian atau kumpulan dari bukit-bukit.
  6. Dataran tinggi (plato) yaitu daerah permukaan bumi yang datar dengan ketinggian lebih dari 200 meter
  7. Dataran rendah yaitu daerah permukaan bumi yang datar dengan ketinggian kurang dari 200 meter. Contoh: Dataran rendah di daerah pantai timur Pulau Sumatera.
  8. Pantai yaitu daerah tepi laut yang merupakan perbatasan antara darat dan laut. Contoh pantai Marina.
  9. Patahan yaitu patahnya kulit bumi yang diakibatkan tenaga yang bekerja pada kulit bumi secara horizontal dan vertikal secara bersama-sama.
  10. Lipatan yaitu mengkerut atau melipatnya kulit bumi akibat dari gaya yang bekerja pada kulit bumi secara horizontal dan biasanya terjadi pada lapisan kulit bumi yang elastis.

PERKEMBANGAN AGAMA HINDU-BUDDHA DI INDONESIA

Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samodra. Letak Indonesia ysng strategis inilah mendorong terjalinnya hubungan dagang dengan berbagai negara. Akibat hubungan dagang tersebut Indonesia mengenal berbagai budaya dan agama baru. Ada 4 teori yang mengungkap proses masuknya budaya dan agama dari India ke Indonesia.  Untuk lebih lengkapnya klik disini.

KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
Islam lahir di Jazirah Arab. Islam berkembang sampai ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat, sekitar abad ke-7 dan 8
Proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia :
1. melalui perdagangan
2. melalui perkawinan
3. melalui pendidikan
4. melalui dakwah/syiar agama
5. melalui ajaran tasawuf
6. melalui kesenian
Faktor pendorong Islam cepat berkembang di Indonesia :
1. Syarat masuk Islam mudah
2. Islam bersifat terbuka
3. Tidak mengenal sistem kasta
4. Disebarkan secara damai
5. upacara sedehana dan biaya murah
6. Runtuhnya kerajaan majapahit

Peranan Wali Sanga :
1. Sebagai penyebar agama Islam
2. Pendukung berdirinya kerajaan Islam
3. Penasehat Raja
4. pendukung berkembangnya kebudayaan daerah yang
disesuaikan dengan Islam.

Media Dakwah Wali Sanga :
1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Berkedudukan di Gresik Jatim. Media : pondok pesantren
2. Sunan Ampel ( Raden Rahmad)
berkedudukan : Ampel Denta Surabaya. Media : pondok pesantren
3. Sunan Bonang ( R. Makdum Ibrahim)
di Tuban jawa Timur. Media : Bonang, Gending Ciptaan : gendhing Dharma
4. Sunan Giri ( R. Paku)
di Giri dekat Gresik Jatim
Media : dolanan anak-anak, gendhing pucung dan asmaradhana
5. Sunan Drajat ( Syarifudin )
di Drajat, Lamongan, Jatim
Media : Gamelan Jawa, gendhing pangkur
6. Sunan kalijaga ( Jaka Said)
di Kadilangu, Demak, Jateng
Media : dending dhandhanggula, lukisan batik, wayang, bedhug dan kentongan, baju taqwa
7. Sunan Kudus ( Jafar Shodiq )
Di Kudus, Jateng
Media : dendhing maskumambang dan mijil
8. Sunan Muria ( Raden Umar Said)
Di lereng Gunung Muria Jateng
Media : gamelan Jawa, gendhing sinom dan kinanti
9. Sunan Gunung Jati (Syarif H )
Di Gunungjati, Cirebon, Jabar
Media : Pondok pesantren

Sumber sejarah masuknya Islam :
1. Abad VII M
Kronik dinasti Tang : dipantai Sumatera Utara ada pemukiman pedagang Arab Islam
2. Abad XI M
Makam Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik Jawa Timur
3. Abad XIII M
– Makam Sultan Malik As Shaleh
– Catatan Marcopolo
3. Abad XIV M
– Makam Muslim di Troloyo dan Trowulan
4. Abad XV
Catatan Ma-Huan
5. Abad XVI
Suma Oriental dari Tome Pires (orang Portugis)

A. KERAJAAN SAMUDERA PASAI

Kerajaan Islam kedua di Indonesia, setelah kerajaan Peurlak.
Letak : Aceh Utara (Kab. Loukseumawe)

Raja-raja yang memerintah :
1. Meurah Silau (S. Malik Al-Shaleh)
2. S. Malik Al-Thahir
3. S. Muhammad (S. Malik Al-Thahir)

Penyebab runtuh :
1. berdirinya kerajaan Malaka
2. dikuasai Portugis

KERAJAAN ACEH
Letak : Aceh

Raja-raja yang memerintah :
1. Sultan Ali Mughayatsyah
2. Sultan Iskandar Muda (zaman
keemasan)
3. Sultan Iskandar Thani

Faktor pendukung perkembangan Aceh
1. Letak strategis
2. Malaka jatuh ketangan Portugis
3. Memiliki komoditas ekspor

Penyebab runtuhnya Aceh :
1. Kekalahan Aceh melawan VOC
2. Persaingan antara bangsawan dan ulama
3. Persaingan antara penganut faham Syamsudin as Samatrani dengan Nurudin ar-Raniri
4. Bawahan banyak yang melepaskan diri

KERAJAAN DEMAK
Letak : Demak, Jawa Tengah
Faktor pendukung kebesaran Demak
1. Runtuhnya majapahit
2. Bawahan Majapahit banyak yang bergabung ke Demak
3. Menguasai jalur perdagangan di perairan Jawa
4. Jatuhnya malaka ke tangan Portugis
5. Didukung para Wali
Raja-raja yang memerintah :
1. Raden Patah
2. Pati Unus
3. Sultan Trenggana ( Zaman keemasan)

Runtuhnya kerajaan :
Perebutan kekuasaan antara Arya Penangsang dengan Sunan Prawata

KERAJAAN PAJANG
Letak : Pajang, Jawa Tengah
Raja-raja yang memerintah :
1. Sultan Hadiwijaya
2. Pangeran Benawa

Penyebab runtuh :
– Pemberontakan dari Arya Pangiri

KERAJAAN MATARAM ISLAM
Letak : Kota Gede, Yogyakarta
Raja-raja yang memerintah :
1. Panembahan Senopati
2. Sultan Anyakrawati
3. Sultan Agung Hanyakrakusuma
– zaman keemasan
– kebijakan Sultan Agung :

Kebijakan Sultan Agung :
a Menyatukan seluruh P.Jawa kecuali : Banten, Cirebon, Mataram
b. Mengusir VOC 2x, namun gagal
c. membuat kalender Jawa
d. memadukan unsur Islam dengan budaya Jawa
e. meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pertanian
f. menulis kitab Sastra Gendhing
g. wilayah kerajaan dibagi menjadi Kutagara, Negara Agung, Mancanegara, daerah Pesisiran

4. Amangkurat I
Pengaruh Belanda mulai masuk dan
berkembang di Kerajaan Mataram.
Th. 1755 Perjanjian Gianti
Th, 1757 Perjanjian Salatiga

KERAJAAN CIREBON
Letak : Cirebon Jawa Barat
Pendiri kerajaan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati). Dia juga merupakan pendiri kerajaan Banten. Beliau juga sebagai salah satu anggota Walisanga, maka kedudukannya sangat dihormati.

Raja-raja selanjutnya adalah Panembahan Ratu, Pangeran Girilaya. Kemudian Cirebon runtuh

Penyebab runtuh :
Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman

KERAJAAN BANTEN
Letak : Banten, Jawa Barat

Raja-raja yang memerintah :
1. Sultan Hasanudin
Banten melepaskan diri dari Demak
2. Panembahan Yusuf
Berhasil meluaskan wilayah ke Pajajaran
3. Maulana Muhammad (Kanjeng Ratu Banten)
4. Abu Mufakir
Belanda mendarat di Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman
5. Abu Ma’ali
6. Sultan Ageng Tirtayasa
Zaman keemasan Banten diraih

Penyebab runtuh :
Konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji (putranya) akibat politik adu domba Belanda.

KERAJAAN MAKASAR (GOWA-TALLO)
Letak : Sulawesi selatan.

Pusat perdagangan (Ibu Kota) : Sombaopu
Raja-Raja yang memerintah
1. Sultan Allaudin
2. Sultan Muhammad Said
3. Sultan Hasanudin (Ayam Jantan dari Timur)
Zaman Keemasan diraih. VOC berkali-kali menyerang Makasar selalu gagal. Makasar mulai terdesak setelah VOC bekerjasama dengan Aru Palaka (raja Bone). Akhirnya Hasanudin harus menandatangani Perjanjian Bongaya.

4. Mapasomba
Beliau juga menentang VOC, akan tetapi perjuangannya tidak berhasil karena VOC sudah memiliki benteng pertahanan yang kuat di Makasar. Akibatnya Makasar dapat dikalahkan.

KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
Letak : Maluku

Kedua kerajaan ini selalu bersaing terutama dalam bidang perdagangan. Masing-masing kerajaan kemudian membuat persekutuan dagang, Ternate ( Uli Lima)
dengan anggota Obi, Bacan, Seram, Ambon sedang Tidore ( Uli Siwa) dengan anggota Jailolo, Makean, Halmahera dan pulau-pulau kecil sampai Papua

Raja Ternate :
1. Zainal Abidin
2. Sultan Tabariji
3. Sultan Hairun
Portugis berusaha memonopoli rempah-rempah. Sikap tersebut ditentang tegas oleh masyarakat Ternate. Portugis menggunakan siasat mengundang sultan Hairun ke benteng untuk berdamai, namun dengan liciknya Sultan Hairun dibunuh.
4. Sultan Baabullah ( zaman keemasan)
Berhasil menyatukan seluruh rakyat Maluku dan berhasil mengusir Portugis dari maluku pada tahun 1575.

Zaman keemasan Tidore : Sultan Nuku

Peninggalan Kerajaan Islam
1. MASJID
Masjid bermakna tempat sujud,yakni tempat orang
melakukan salat menurut peraturan Islam .

Ciri-ciri masjid di Indonesia :
a. Masjid mempunyai denah bujur sangkar.
b. Pada sisi barat terdapat bangunan yang menonjol untuk mihrab .
c. Di kedua sisi masjid kadangkala ada serambi di atas pondasi yang agak tinggi.
d. Atap masjid kebanyakan beratap tumpang .
b. Halaman masjid dikelilingi pagar tembok dengan satu atau dua pintu gerbang .
c. Di dalam masjid terdapat sokoguru .
d. Di kiri atau kanan masjid terdapat menara sebagai tempat menyerukan panggilan shalat .
e. Letak masjid tepat di tengah – tengah kota atau dekat dengan istana .

2.KERATON
Keraton adalah tempat untuk melakukan kegiatan penting yang menyangkut urusan kerajaan, yang digunakan sebagai lambang kekuasaan pemerintahan. Keraton juga sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarganya.
Contoh keraton adalah: Keraton Kasepuluhan dan Kanoman (Cirebon), Keraton Banten (Srosowan), Keraton Demak, Keraton Yogyakarta, Kerato Surakarta, Keraton Samudera Pasai, dan Keraton Kasultanan Aceh.

3.BATU NISAN
Nisan adalah tonggak pendek dari batu yang ditanam diataas gundukan tanah sebagai tanda kubur yang biasanya dipasang diujung utara dan selatan jirat. Di batu nisan juga terdapat tulisan kaligrafinya

4.Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni melukis indah. Seni kaligrafi berkembang mulai abad ke-16 ( ada juga yang
menyebutkan abad 14 awal ). Kaligrafi itu adalah berupa tulisan indah dalam bahasa arab

• 5. SENI SASTRA
. a. Hikayah, sebuah karya sastra berupa dongeng
sebagai pelipur lara atau penyemangat. Salah
satunya adalah Hikayah Amir Hamzah,

b. Babad, adalah cerita sejarah berupa uraian yang disertai bukti dan fakta. Misalnya Babad Giyanti.

c. Syair, merupakan puisi lama, terdiri empat baris per bait, dan bersajak sama. Syair antara lain adalah Syair Abdul Muluk.

d. Suluk, ialah kitab yang menjelaskan tentang ilmu “tasawuf”. Suluk merupakan karya sastra islam tertua di Nusantara. Suluk Wujil adalah salah satu suluk yang terkenal.

6. SENI TARI
DIi beberapa daerah ada beberapa tarian yang bernafaskan Islam. Seperti permainan Debus di Minangkabau, Aceh

7. SENI GAMELAN
Pada upacara peringatan hari besar Islam seperti Maulud Nabi Muhammad, SAW dibunyikan gamelan sekaten.

ATLAS DAN GLOBE

a. Pengertian dan Syarat Atlas Atlas adalah kumpulan peta yang dibuat dalam bentuk buku. Atlas yang baik hendaknya mudah dimengerti dan tidak membingungkan bagi pengguna.

Atlas yang baik harus memuat komponen-komponen berikut ini.

1) Judul Atlas

2) Tahun Pembuatan Atlas

3) Daftar Isi

4) Legenda

5) Indeks Indeks berguna untuk memudahkan dalam mencari letak sebuah kota, gunung, pulau, sungai, atau unsur-unsur geografi yang lain.

 

b. Jenis Atlas Jenis atlas bergantung dari isi atlas, yaitu isi dari setiap peta yang ditampilkan.

Berdasarkan jenisnya, atlas dibagi menjadi:

1) Atlas Umum Atlas jenis ini memberikan informasi secara umum tentang objek geografi di permukaan bumi. Termasuk dalam jenis atlas umum yaitu:

a) Atlas Dunia, memaparkan keadaan benua-benua di seluruh dunia.

b) Atlas Nasional, memaparkan keadaan suatu negara.

2) Atlas Khusus Atlas jenis ini memberikan satu jenis informasi saja sesuai dengan judulnya.

Contoh atlas khusus, yaitu:

a) Atlas Sejarah, memaparkan peristiwa-peristiwa sejarah.

b) Atlas Geologi, memaparkan keadaan geologi atau batuan.

3) Atlas Semesta Atlas jenis ini memaparkan keadaan semesta antara lain berhubungan dengan tata surya, galaksi, perbintangan, dan peredaran benda angkasa.

 

Globe

a. Pengertian Globe Globe adalah tiruan bola bumi yang diperkecil dan menggambarkan bentuk bumi yang sebenarnya. Sama halnya dengan peta, pada globe juga dicantumkan jari-jari garis lintang maupun garis bujur. Ekuator membagi bola bumi menjadi dua bagian utara dan selatan yang sama besar. Agar mendapatkan informasi yang sebenarnya dari globe, maka pemasangan globe yang benar dengan diletakkan miring membentuk sudut sebesar 66,5o dari bidang ekliptika. Pemasangan globe seperti ini menunjukkan pula posisi (kedudukan) bumi yang sebenarnya.

b. Penggunaan Globe Globe dapat memberikan bermacam-macam informasi, antara lain sebagai berikut:

1) Menunjukkan bentuk bumi yang sebenarnya dan memperlihatkan permukaannya secara utuh.

2) Menunjukkan sistem pembagian garis lintang dan garis bujur serta besarnya lingkaran garis lintang.

3) Menunjukkan jarak antar garis bujur. Semakin mendekati kutub, garis bujur semakin pendek, bertemu, dan saling berpotongan.

4) Memperagakan terjadinya siang dan malam.

5) Memperagakan gerak rotasi bumi.

PENYIMPANGAN SOSIAL

1. PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL
Pernahkah kalian dimarahi orang lain, atau orang tua, karena melakukan tindakan yang melanggar nilai-nilai atau norma-norma? Penyimpangan sosial biasanya dikaitkan dengan tindak kejahatan/kriminalitas, sakit mental, orang kecanduan obat bius, perilaku yang menonjol seperti ambisius, tekun, heroik.
Penyimpangan Sosial adalah perilaku yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.Contoh :

  • bolos sekolah
  • mengendarai motor dengan ugal-ugalan
  • menyeberang jalan tidak pada tempatnya ( zebra cross, jembatan penyeberangan)
  • RA Kartini, Ia memperjuangkan persamaan hak kaum pria dan wanita. Ketika

masih hidup Beliau dianggap melakukan penyimpangan sosial. Walaupun jika
dipandang saat ini RA kartini kita kenal sebagai pahlawan wanita yang bisa
mengangkat derajat kaum wanita

2. FAKTOR PENYEBAB PENYIMPAANGAN SOSIAL
a. Adanya golongan yang tidak puas dengan kondisi masyarakat
b. proses sosialisasi kurang sempurna
c. pengaruh lingkungan sosial yang tiddak baik
d. tidak sanggup mengikuti peraturan dalam masyarakat. Ketidak sanggupan yang disebabkan
kondisi fisik maupun kejiwaan yang tidak normal.
e. pendidikan keluarga yang terlalu keras
f. pengaruh berita/tayangan TV/media massa
g. ketidakadilan
h. pesan yang disampaikan agen sosialisasi lainnya

3. BENTUK-BENTUK PENYIMPANGAN SOSIAL
a. Berdasarkan kadar penyimpangan/Intensitas
1) Penyimpangan primer, adalah penyimpangan yang dilakukan hanya waktu-waktu
tertentu dan tidak berulang-ulang, kadang tanpa sadar dilakukan.
contoh : merokok pada saat pesta, corat-coret tembok
2) Penyimpangan sekunder, penyimpangan yang dilakukan secara terus-menerus dan
berulang-ulang walaupun sudah pernah dikenai sanksi.
contoh : mabuk-mabukan, pencuri kambuhan, tindak kriminal

b. Berdasarkan Sifatnya
1) Positif, adalah penyimpangan yang berdampak positif dalam masyarakat namun belum
dapat diterima masyarakat karena waktunya belum tepat.
contoh : anak yang tekun belajar, sampai-sampai pada saat jam istirahat tetap
digunakan untuk membaca buku. Namun pada saat ada perlombaan dia meraih juara.
2) Negatif, adalah perilaku bertindak ke arah nilai sosial yang dipandang rendah, berakibat
buruk dalam masyarakat.
contoh : membolos, mencuri, mabuk-mabukan.

c. Berdasarkan Pelakunya
1) penyimpangan individu
2) penyimpangan kelompok
3) penyimpangan campuran

 

DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL

1. Dampak Positif

  • menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan warga masyarakat
  • menebabkan hubungan antar warga tidak harmonis
  • lunturnya semangat hidup dan gotong-royong
  • menipisnya rasa saling menghargai dan menghormati
  • mencermati nama baik masyarakat
  • mencetak dan menciptakan generasi penerus yang kurang berkwalitas
  • sedikit demi sedikit melunturkan unsur sosial budaya yang sudah mapan
  • semakin meningkatnya kenakalan remaja
  • semakin meningkatnya kriminalitas

2. Dampak Positif

  • wawasan pengetahuan anak meningkat
  • masyarakat mendapat kemudahan dalam hidup, dalam belajar,
  • terwujudnya kemajuan masyarakat
  • terciptanya tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik
  • dapat mempertegas perilaku yang pantas dan tidak pantas
  • mendorong perubahan dalam masyarakat

SIKAP TERHADAP PELAKU PENYIMPANGAN

1. Sikap Negatif

  • tidak peduli sama sekali terhadap adanya penyimpangan
  • sikap main hakim sendiri terhadap pelaku penyimpangan

2. Sikap Positif

  • sikap simpati terhadap pelaku penyimpangan ( memberi perhatian, ikut merasakan, dukungan emosi kepada orang yang menderita

Beberapa perilaku simpati :

  • jika bergaul dengan pelaku jangan membicarakan kejelekannya
  • ajak bicara dan beri kesempatan, untuk ikut andil dalam setiap kegiatan
  • menghormati dan memperlakukan dengan baik
  • beri kepercayaan
  • jangan perlakukan dengan semena-mena

 

MANUSIA PRAAKSARA

Manusia  purba (prehistoric people) adalah jenis manusia yang hidup jauh sebelum tulisan ditemukan. Manusia purba diyakini hidup kurang lebih 4 juta tahun yang lalu. Kehidupan manusia masih sangat sederhana, hidup secara berkelompok dan mengandalkan makanan yang langsung disediakan oleh alam. Peralatan yang mereka gunakan juga masih sangat sederhana. Biasanya peralatan terbuat dari batu, kayu, tulang, yang masih asli belum mendapatkan sentuhan ( belum diasah).

Gambar    manusia purba 

Keberadaan manusia purba dapat diketahui dari fosil-fosil yang ditemukan. Para ahli kemudian kerekonstruksi bentuk dan cara hidup pada masa itu melalui penggalian. Sumber-sumber informasi tentang manusia purba dapat diketahui dari :

  1. Hasil penggalian fosil
  2. tempat perlindungan di bawah karang (goa), banyak ditemukan di Pulau Seram, dan Sulawesi Selatan.
  3. Kjokenmodinger, banyak ditemukan di Medan( Smumatera Utara) dan Langsa (Aceh)
  4. Alat-alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup (artefak) seperti beliung persegi, kapak persegi, mata panah, dan lain-lain.

Ahli sejarah yang melakukan penelitian tentang fosil manusia purba di Indonesia antara lain :

Eugene Dubois (Belanda)

Berhasil menemukan fosil berupa tengkorak manusia purba di desa Trinil Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1980.

Prof. Dr. Teuku Jacob

Mengadakan penelitian disepanjang aliran sungai Bengawan Solo.

Duifjes

Berhasil menemukan fosil manusia purba di daera Perning Mojokerto, dan sangiran Jawa tengah

Von Koenigswald

Mengadakan penelitian tentang fosil di daerah Sangiran Jawa Tengah.

Dari Sumber-sumber dapat diketahui jenis-jenis manusia Purba di Indonesia sebagai berikut :

  1. Meganthropus Palaeojavanicus

Ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran Sragen Jawa Tengah antara tahun 1936-1941.

Meganthropus Palaeojavanicus di artikan manusia raksasa dari Jawa kuno, berumur 1-2 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri :

  1. tulang pipi tebal
  2. tonjolan kening yang mencolok
  3. tidak memiliki dagu
  4. memiliki tubuh yang tegap
  5. otot kunyah lengkap
  6. memakan jenis tumbuh-tumbuhan
  7. gigi dan rahang besar dan kuat
  1. Pithecanthropus Erectus

Kadang disebut juga homo erectus atau manusia kera berjalan tegak. Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil. Ngawi Jawa Timur pada tahun 1891. Diperkirakan hidup antara satu juta ssampai setengah juta tahun yang lalu.

Ciri-cirinya adalah :

  1. berbadan dan berjalan tegak
  2. tinggi tubuh 165-170 cm
  3. belum memiliki dagu
  4. rahang menonjol ke depan
  5. tonjolan kening di dahi
  6. volume otak 750 – 1000 cc
  1. Pithecantropus Mojokertensis ( Pithecantropus Robustus)

Pithecantropus Mojokertensis berarti manusia kera dari Mojokerto. Ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Perning Mojokerto Jawa Timur. Jenis ini diperkirakan usianya 30.000 s/d 2 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri  Pithecantropus Mojokertensis :

  1. berbadan tegak
  2. tidak memiliki dagu
  3. tinggi badan 165 -180 cm
  4. volume otak 750 – 1000 cc
  5. kening menonjol
  6. tulang rahang dan geraham cukup kuat
  7. tulang tengkorak cukup kuat dan bentuknya lonjong
  1. Pithecantropus Soloensis

Pithecantropus Soloensis artinya manusia dari Solo. Ditemukan oleh Von Koenigswald dan Oppernorth  di daerah Ngandong, dan Sangiran  tepi Bengawan Solo Jawa Tengah sekitar tahun 1931 -1934. Diperkirakan hidup antara 900.000 hingga 300.000 tahun yang lalu. Jenis ini sudah mengalami perkembangan pada otak, sehingga sudah mengalami perubahan dalam cara hidup.

  1. Homo Soloensis

Ditemukan di daerah Ngandong tepi Bengawan Solo Jawa Tengah oleh Van Koenigswald dan Weidenrich sekitar tahun 1931 -1934. Fosil ini berupa tengkorak , tulang rahang, dan gigi. Manusia jenis ini lebih tinggi tingkatannya bila dibandingkan dengan manusia jenis Pithecantropus Erectus.

Ciri-ciri Homo Soloensis :

  1. berbadan tegap dengan tinggi 180 cm
  2. volume otak 1000 – 1300 cc
  3. Tengkorak Homo Soloensis lebih besar dari Pithecantropus Erectus.
  1. Homo Wajakensis

Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois dan Van Rieschoten di daerah Wajak, Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889. Homo Wajakensis memiliki tingkat kesempurnaan yang lebih dibanding fosil- fosil manusia purba yang lain.

Ciri-Ciri Homo Wajakensis adalah :

  1. berbadan tegap dan berjalan tegak
  2. memiliki tinggi 130 -210 cm
  3. volume otak sudah berkembang antara 1350 -1450
  4. memiliki bentuk tulang tengkorak lebih bulat
  5. bentuk muka yang tidak terlalu menonjol kedepan
  1. Homo Sapiens

Homo Sapiens berarti manusia cerdas, seperti manusia sekarang. Homo Sapiens memiliki bentuk tubuh lebih sempurna (seperti manusia sekarang), dibandingkan dengan jenis manusia purba yang lain. Para peneliti menganggap manusia jenis Homo Sapiens ini merupakan nenek moyang bangsa-bangsa di dunia.

Berikut ini adalah ras-ras turunan Homo Sapiens :

  1. Ras Kaukasoid tersebar  di wilayah Eropa, Asia Tengah dan Asia Selatan
  2. Ras Mongoloid tersebar di wilayah Asia
  3. Ras Negroid tersebar  di benua Afrika
  4. Ras-ras khusus  seperti Bushmen di Afrika Selatan, Weddoid, Austrloid, dan Ainu